home

Kamis, 10 November 2016

rumus fisika

Tokoh Ilmuwan dan Penemu Bidang Fisika / Fisika Terapan

atom litiumKeterangan: (Klik nama Penemu untuk melihat biografi dan sejarah penemuannya)
  1. Albert Einstein - Jerman - teori relativitas.
  2. Alessandro Volta -  Italia - Penemu Batu baterai
  3. Archimedes - Yunani - Penemu hidrostatika, statika dan penjelasan dari prinsip tuas.
  4. Aristoteles
  5. Arthur Compton - Amerika serikat - Penemu efek compton
  6. Arthur Stanley Eddington - Inggris - Penemu astrofisika teori, penemu hukum massa kecemerlangan bintang 
  7. Blaise Pascal - Prancis - Penemu Mesin hitung
  8. Brian David Josephson - Britania Raya - Penemu Efek Josephson
  9. Carl Friedrich Gauss - Jerman - Penemu teori bilangan
  10. Charles-Augustin de Coulomb - Perancis - Penemu hukum coulomb
  11. Charles Wheatstone - Inggris - Penemu Stereogram, Jembatan Wheatstone, Playfair cipher
  12. Christian Doppler - Austria - Penemu efek Doppler
  13. Daniel Bernoulli - Belanda - Penemu Hukum Bernoulli
  14. Democritus - Yunani - Bapak Teori Atom
  15. Douglas Hartree - UK - Pengembang Analisis Numerik
  16. Edwin Hubble - Amerika - Penggagas hukum Hubble
  17. Enrico Fermi - Italia - Bapak bom atom
  18. Ernst Mach Austria peneliti Bilangan Mach, Prinsip Mach, Gelombang kejut, Gelombang Mach, Efek refleksi Mach
  19. Ernest Rutherford - Inggris - Penemu Proton
  20. Erwin Schrödinger - Austria - Mengembangkan Teori kuantum
  21. Evangelista Torricelli - Itali - Penemu Barometer air raksa
  22. Daniel Gabriel Fahrenheit - Jerman - Penemu Skala suhu Fahrenheit
  23. Galileo Galilei - Italia - Penemu Termometer tahun 1593
  24. Georg Ohm - Jerman - Penemu hukum Ohm
  25. George Eugene Uhlenbeck -  mengusulkan konsep elektron berputar
  26. Gottfried Wilhelm Leibniz - Jerman - Penggagas Kalkulus dan Biner
  27. Gustav Robert Kirchhoff - Jerman - Penggagas teori rangkaian listrik, spektroskopi, dan emisi radiasi benda hitam
  28. Giovanni Battista Venturi - Italia - Penemu efek Venturi
  29. Hans Christian Ørsted - Denmark - Peneliti hubungan antara listrik dan magnetisme
  30. Heinrich Hertz - Jerman - Penemu teori Radiasi Elektromagnetik dan Efek fotolistrik
  31. Henri becquerel - Perancis - Penemu Radio Aktifitas
  32. Hermann von Helmholtz - Jerman - penggagas Konservasi energi
  33. Hendrik Lorentz - Belanda - Penemu efek Zeeman
  34. Hiroshi Amano - Jepang - Penemu LED (Light-Emitting Diodes) warna biru yang efisien
  35. Hugo Tetrode - Belanda - fisikawan teoritis yang berkontribusi dalam fisika statistik, teori kuantum awal dan mekanika kuantum
  36. Irving Langmuir - Amerika - Penemu Kawat pijar dan tabung vacum tinggi
  37. Isaac Newton - Inggris - Penemu hukum grafitasi
  38. Isamu Akasaki - Jepang - Penemu Galium nitrida (GaN) terang dan Light Emitting Diode (LED) biru.
  39. James Clerk Maxwell - Penemu Spektrum Elektromagnetik
  40. James Chadwick - Inggris - Penemu Neutron
  41. James Watt - Inggris - Penemu Mesin uap
  42. Jean-Baptiste Biot - Perancis - Peneliti Cahaya Terpolarisasi
  43. Johannes Diderik van der Waals - Ilmuwan Persamaan Gas dan Cairan
  44. Johannes Hans Daniel Jensen - Je4man - Penggagas Model Kulit Nuklir 
  45. Johannes Kepler - Penemu hukum perputaran planet
  46. Johannes Robert Rydberg - Swedia - Penemu rumus Rydberg
  47. Johann Jakob Balmer - Swiss - Penemu Rumus Empiris Untuk Garis-Garis Spektrum Atom Hidrogen
  48. Johann Josef Loschmidt - Austria - 
  49. John Dalton - Inggris - Pencetus teori atom moderen
  50. John Douglas Cockcroft - Inggris - Berhasil Memecahkan Inti Atom 
  51. John Henry Poynting - Penemu  Efek Poynting di torsi
  52. John J. Montgomery- Perintis penerbangan
  53. Joseph Fourier- Perancis - Penemu Deret Fourier 
  54. Joseph Henry -Amerika - Penemu Penyebab Awal Terjadinya Bel Listrik dan Listrik estafet (Relay)
  55. Joseph John Thomson Inggris - Penemu Elektron 
  56. Joseph Louis Gay-Lussac -Perancis- penggagas Hukum Gay-Lussac dan Penemu boron
  57. Joseph-Louis Lagrange - Italia - Analitis Mekanika
  58. Joseph Plateau - Belgia - Penemu ilusi gambar bergerak
  59. Joseph Stefan - Austtria - Penemu Hubungan Antara Intensitas Dengan Suhu Benda yang Memancarkan 
  60. Klaus von Klitzing - Jerman - Penemu Efek Kuantum Hall 
  61. Lord Rayleigh - Inggris - penemu argon, hamburan Rayleigh, gelombang hamburan Rayleigh
  62. Louis-Victor de Broglie - Perancis - Penemu-Sifat-Gelombang-Elektron
  63. Leonhard Euler - Swiss - Penemu rumus matematika
  64. Ludwig Boltzmann - Austria - penggagas teori atomik
  65. Marie Curie - Polandia - Perintis Radiologi
  66. Max Planck - Jerman - Pencetus teori kuantum
  67. Michael Faraday - Inggris - Penemu Dinamo
  68. Niels Bohr- denmark - Penemu Teori Struktur Atom
  69. Nikola Tesla - Amerika - ahli listrik, kontributor keelektromagnetan
  70. Oliver Heaviside - Inggris - Matematikawan otodidak yang jenius
  71. Osborne Reynolds - Inggris - Penemu Bilangan Tak Berdimensi
  72. Otto Sackur - Jerman - Penggagas Persamaan Sackur-tetrode 
  73. Owen Willans Richardson Inggris - penemu emisi termionik
  74. Pierre Curie - Perancis - Pelopor Kristalografi, Magnetisme, Piezoelektrik dan Radioaktivitas
  75. Robert Boyle - Irlandia - Penemu pompa udara modern, korek api
  76. Thomas Alva Edison - Amerika serikat - Penemu bola lampu modern 
  77. Thomas Alva Edison - Amerika Serikat -Penemu Bola lampu, Proyektor film
  78. Thomas Townsend Brown - Amerika - Penemu Hubungan Antara Gaya Gravitasi Dengan Gaya Elektromagnetik
  79. Robert Andrews Millikan -  Amerika - Penemu harga muatan listrik
  80. Robert Hooke - Inggris - Penemu sel pertama kali
  81. Robert J. Van de Graff - Amerika - Penemu Alat Pembangkit Listrik Statis
  82. Samuel Goudsmit - Belanda/Amerika - Penggagas Konsep Elektron Berputar
  83. Stephen Hawking - Inggris - Fisikawan teoritis
  84. Victor Franz Hess - Austria/AS - Penemu SInar Kosmik 
  85. Werner Karl Heisenberg - Jerman - Teori prinsip ketidakpastian 
  86. Wilhelm Conrad Röntgen - Jerman - penemu sinar-x
  87. William Sturgeon - Inggris - Penemu elektromagnet 
  88. Wilhelm Wien - Jerman - Penemu Hukum Radiasi Panas
  89. Wolfgang Ernst Pauli - Austria-swiss -  - Penemu Hukum Alam baru, Prinsip Pengecualian (Prinsip Pauli)           










    Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Gerak

    Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

    Gerak lurus beraturan


    Sistem koordinat kutub dua dimensi
    Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah suatu gerak lurus yang mempunyai kecepatan konstan. Maka nilai percepatannya adalah a = 0. Gerakan GLB berbentuk linear dan nilai kecepatannya adalah hasil bagi jarak dengan waktu yang ditempuh.
    Rumus:
    {\displaystyle \!v={\frac {s}{t}}}
    Dengan ketentuan:
  90. {\displaystyle \!s} = Jarak yang ditempuh (km, m)
  91. {\displaystyle \!v} = Kecepatan (km/jam, m/s)
  92. {\displaystyle \!t} = Waktu tempuh (jam, sekon)
Catatan:
  1. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah {\displaystyle \!s=\!v\times \!t}.
  2. Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah {\displaystyle \!t={\frac {s}{v}}}.
  3. Untuk mencari kecepatan, rumusnya adalah {\displaystyle \!v={\frac {s}{t}}}.

Kecepatan rata-rata

Rumus:
{\displaystyle \!v={\frac {s_{total}}{t_{total}}}={\frac {V_{1}\times t_{1}+V_{2}\times t_{2}+...+V_{n}\times t_{n}}{t_{1}+t_{2}+...+t_{n}}}}

Gerak lurus berubah beraturan

Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak yang lintasannya berupa garis lurus dengan kecepatannya yang berubah beraturan.
Percepatannya bernilai konstan/tetap.
Rumus GLBB ada 3, yaitu:
  • {\displaystyle \!v_{t}=\!v_{0}+\!a\times \!t}

  • {\displaystyle \!s=\!v_{0}\times \!t+{\frac {1}{2}}\times \!a\times \!t^{2}}

  • {\displaystyle \!v_{t}^{2}=\!v_{0}^{2}+\!2\times \!a\times \!s}
Dengan ketentuan:
  • {\displaystyle \!v_{0}} = Kecepatan awal (m/s)
  • {\displaystyle \!v_{t}} = Kecepatan akhir (m/s)
  • {\displaystyle \!a} = Percepatan (m/s2)
  • {\displaystyle \!s} = Jarak yang ditempuh (m)

Gerak vertikal ke atas

Benda dilemparkan secara vertikal, tegak lurus terhadap bidang horizontal ke atas dengan kecepatan awal tertentu. Arah gerak benda dan arah percepatan gravitasi berlawanan, gerak lurus berubah beraturan diperlambat.
Peluru akan mencapai titik tertinggi apabila Vt sama dengan nol.
{\displaystyle t_{\text{maks}}={\frac {Vo}{g}}}
{\displaystyle h={\frac {Vo^{2}}{2g}}}
{\displaystyle t={2}\times {t_{\text{maks}}}}
{\displaystyle {V_{\text{t}}^{2}}=V_{\text{0}}^{2}-2\times {g}\times {h}}
Keterangan:
  • Kecepatan awal= Vo
  • Kecepatan benda di suatu ketinggian tertentu= Vt
  • Percepatan /Gravitasi bumi: g
  • Tinggi maksimum: h
  • Waktu benda mencapai titik tertinggi: t maks
  • Waktu ketika benda kembali ke tanah: t

Gerak jatuh bebas

Benda dikatakan jatuh bebas apabila benda:
  • Memiliki ketinggian tertentu (h) dari atas tanah.
  • Benda tersebut dijatuhkan tegak lurus bidang horizontal tanpa kecepatan awal.
Selama bergerak ke bawah, benda dipengaruhi oleh percepatan gravitasi bumi (g) dan arah kecepatan/gerak benda searah, merupakan gerak lurus berubah beraturan dipercepat.
{\displaystyle v={\sqrt {2gh}}}
{\displaystyle t={\sqrt {2h/g}}}
Keterangan:
  • v = kecepatan di permukaan tanah
  • g = gravitasi bumi
  • h = tinggi dari permukaan tanah
  • t = lama benda sampai di tanah

Gerak vertikal ke bawah

Benda dilemparkan tegak lurus bidang horizontal arahnya ke bawah.
Arah percepatan gravitasi dan arah gerak benda searah, merupakan gerak lurus berubah beraturan dipercepat.
{\displaystyle Vt={Vo}+g\times t}
{\displaystyle Vt^{2}={Vo^{2}}+2\times g\times h}
Keterangan:
  • Vo = kecepatan awal
  • Vt = kecepatan pada ketinggian tertentu dari tanah
  • g = gravitasi bumi
  • h = jarak yang telah ditempuh secara vertikal
  • t = waktu

Gerak melingkar

Gerak dengan lintasan berupa lingkaran.
Circular motion diagram.png
Dari diagram di atas, diketahui benda bergerak sejauh ω° selama {\displaystyle t} sekon, maka benda dikatakan melakukan perpindahan sudut.
Benda melalukan 1 putaran penuh. Besar perpindahan linear adalah {\displaystyle 2\pi r} atau keliling lingkaran. Besar perpindahan sudut dalam 1 putaran penuh adalah {\displaystyle 2\pi } radian atau 360°.
{\displaystyle 2\pi rad=360^{\circ }}
{\displaystyle 1rad={\frac {360^{\circ }}{2\pi }}={\frac {180^{\circ }}{\pi }}=57,3^{\circ }}

Perpindahan sudut, kecepatan sudut, dan percepatan sudut

Perpindahan sudut adalah posisi sudut benda yang bergerak secara melingkar dalam selang waktu tertentu.
{\displaystyle \theta =\omega \times t}
Keterangan:
  • {\displaystyle \theta } = perpindahan sudut (rad)
  • {\displaystyle \omega } = kecepatan sudut (rad/s)
  • t = waktu (sekon)
Kecepatan sudut rata-rata ({\displaystyle {\overline {\omega }}}): perpindahan sudut per selang waktu.
{\displaystyle {\overline {\omega }}={\frac {\vartriangle \theta }{\vartriangle t}}={\frac {\theta _{2}-\theta _{1}}{t_{2}-t_{1}}}}
Percepatan sudut rata-rata ({\displaystyle \alpha }): perubahan kecepatan sudut per selang waktu.
{\displaystyle \alpha ={\frac {\vartriangle \omega }{\vartriangle t}}={\frac {\omega _{2}-\omega _{1}}{t_{2}-t_{1}}}}
{\displaystyle \alpha } : Percepatan sudut (rad/s2)

Percepatan sentripetal

Arah percepatan sentripetal selalu menuju ke pusat lingkaran.
Percepatan sentripetal tidak menambah kecepatan, melainkan hanya untuk mempertahankan benda agar tetap bergerak melingkar.
{\displaystyle A_{s}={\frac {v^{2}}{r}}=\omega ^{2}r}
Keterangan:
  • r : jari-jari benda/lingkaran
  • As: percepatan sentripetal (rad/s2)

Gerak parabola

Gerak parabola adalah gerak yang membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal. Pada gerak parabola, gesekan diabaikan, dan gaya yang bekerja hanya gaya berat/percepatan gravitasi.
Gerak parabola.png
Pada titik awal,
{\displaystyle Vo_{x}=Vo\times \cos \alpha }
{\displaystyle Vo_{y}=Vo\times \sin \alpha }
Pada titik A (t = ta):
{\displaystyle Va_{x}=Vo_{x}=Vo\times \cos \alpha }
{\displaystyle Va_{y}=Vo_{y}-g\times t_{a}}
Letak/posisi di A:
{\displaystyle X_{a}=Vo_{x}\times t_{a}}
{\displaystyle Y_{a}=Vo_{y}\times t_{a}-1/2g{t_{a}^{2}}}
Titik tertinggi yang bisa dicapai (B):
{\displaystyle h_{max}={\frac {{(Vo\times \sin \alpha })^{2}}{2g}}={\frac {{(Vo^{2}\times \sin ^{2}\alpha })}{2g}}}
Waktu untuk sampai di titik tertinggi (B) (tb):
{\displaystyle V_{y}=0}
{\displaystyle V_{y}=Vo_{y}-gt}
{\displaystyle 0=Vo\sin \alpha -gt}
{\displaystyle t_{b}={\frac {{(Vo\times \sin \alpha })}{g}}={\frac {Vo_{y}}{g}}}
Jarak mendatar/horizontal dari titik awal sampai titik B (Xb):
{\displaystyle X_{b}=Vo_{x}\times t_{b}}
{\displaystyle X_{b}=Vo\cos \alpha \times ({\frac {{(Vo\times \sin \alpha })}{g}})}
{\displaystyle X_{b}={\frac {{Vo^{2}}\times \sin 2\alpha }{2g}}}
Jarak vertikal dari titik awal ke titik B (Yb):
{\displaystyle Y_{b}={\frac {Vo_{y}^{2}}{2g}}}
{\displaystyle Y_{b}={\frac {{Vo^{2}}\times \sin ^{2}\alpha }{2g}}}
Waktu untuk sampai di titik C:
{\displaystyle t_{total}={\frac {{(2Vo\times \sin \alpha })}{g}}={\frac {2Vo_{y}}{g}}}
Jarak dari awal bola bergerak sampai titik C:
{\displaystyle X_{maks}=Vo{x}\times t_{total}}
{\displaystyle X_{maks}=Vo\times \cos \alpha \times {\frac {{(2Vo\times \sin \alpha })}{g}}}
{\displaystyle X_{maks}={\frac {{Vo^{2}}\times \sin 2\alpha }{g}}}






  1. Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Impuls dan momentum

    Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks beba

    Momentum

    {\displaystyle p=m\times v}
    {\displaystyle \vartriangle p=m\vartriangle v=mv_{1}-mv_{0}}
    Keterangan:
  2. p = momentum (kg m/s)
  3. m = massa benda (kg)
  4. v = kecepatan benda (m/s)

Impuls

Impuls merupakan perubahan momentum.
{\displaystyle I=\vartriangle p=F\vartriangle t=\int Fdt}
Keterangan:
  • I = impuls
  • {\displaystyle \vartriangle p} = perubahan momentum (kg m/s)
  • {\displaystyle \vartriangle t} = perubahan selang waktu (s)
  • F = gaya (Newton)







  1. Rumus-Rumus Fisika Lengkap/Usaha dan energi

    Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

    Kerja oleh gaya konstan

    {\displaystyle W=F\times s}
    Keterangan:
  2. {\displaystyle W}: kerja yang dilakukan oleh gaya terhadap benda (J)
  3. {\displaystyle F}: gaya yang dikerjakan pada benda (N)
  4. {\displaystyle s}: jarak yang ditempuh benda selama bergerak (meter)
Jika gaya konstan yang bekerja tidak searah dengan arah gerak benda, maka besarnya kerja yang dilakukan pada benda adalah:
{\displaystyle W=(F\cos \alpha )\times s}

Jika {\displaystyle \alpha =90^{\circ }}, maka nilai {\displaystyle F\cos \alpha } akan bernilai nol, sehingga tidak ada kerja yang dilakukan selama gerakan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar